Langsung ke konten utama

Pejenjangan cerita Anak




Berikut penjenjangan pembuatan cerita anak  sesui juknis  dan bisa digunakan untuk membauat cerita  anak  sperti di bawah ini.











➢  Jenjang Pembaca A (perkiraan usia 0—7 tahun)


(1)  Isi Buku

(a)  Berupa fakta dan konsep sederhana sesuai dengan tema yang dipilih.

(b)  Disajikan secara naratif.

(c)  Mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.

(2)  Bahasa


(a)  Menggunakan diksi (pilihan kata) umum yang terdiri atas kata dasar dan kata bentukan yang sering digunakan.

(b)  Memuat 5—20 kosakata umum yang sering digunakan.

(c)  Menggunakan  kombinasi  fonem,  suku  kata,  dan  kata  yang mudah dicerna/didekode oleh pembaca dini.

(d)  Menggunakan kata, frasa, klausa, kalimat tunggal.

(e)  Penulisan kalimat tidak berbentuk paragraf.

(f)  Menggunakan bahasa daerah (Bali/Melayu Loloan) dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk penulisan kata dalam ilustrasi.

(3)  Grafika

(a)  Maksimal lima kata per kalimat (dianjurkan 2—4 kata).

(b)  Maksimal tiga kalimat per halaman (dianjurkan 1—2 kalimat).

(c)  Halaman isi buku berjumlah 12—20 halaman (tidak termasuk Biodata dan Glosarium).

(d)  Tidak menggunakan balon dialog/balon pikiran




➢  Jenjang Pembaca B-1 (perkiraan usia 6—8 tahun)


(1)  Isi Buku

(a)   Berupa fakta, konsep, dan prosedur sederhana sesuai dengan tema yang dipilih.

(b)  Disajikan secara naratif.

(c)   Mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.

(2)  Bahasa

(a)   Menggunakan diksi (pilihan kata) umum yang terdiri atas kata dasar dan kata bentukan yang sering digunakan.

(b)  Memuat 25—40 kosakata umum yang sering digunakan.

(c)   Menggunakan  kombinasi  fonem,  suku  kata,  dan  kata  yang mudah dicerna/didekode oleh pembaca jenjang B1.

(d)  Menggunakan kata, frasa, klausa, kalimat tunggal, dan kalimat majemuk setara.

(e)   Penulisan kalimat tidak berbentuk paragraf.

(f)   Menggunakan bahasa daerah (Bali/Melayu Loloan) dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk penulisan kata dalam ilustrasi.

(3)  Grafika


(a)   Maksimal tujuh kata per kalimat (dianjurkan 3—6 kata).

(b)  Maksimal lima kalimat per halaman (dianjurkan 3—4 kalimat). (c)   Halaman isi buku berjumlah 16—22 halaman (tidak termasuk

biodata dan glosarium).

(d)  Tidak menggunakan balon dialog/balon pikiran.



➢  Jenjang Pembaca B-2 (perkiraan usia 7—9 tahun)


(1)   Isi Buku

(a)  Berupa fakta, konsep, dan prosedur sederhana sesuai dengan tema yang dipilih.

(b)  Disajikan secara naratif.

(c)  Mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.


(2)   Bahasa


(a)  Menggunakan diksi (pilihan kata) berupa kata umum dan kata khusus yang berhubungan dengan tema, dapat berupa kata dasar dan kata bentukan.

(b)   Memuat 50—100 kata yang sering digunakan.

(a)   Menggunakan  kombinasi  fonem,  suku  kata,  dan  kata  yang mudah dicerna/didekode oleh pembaca jenjang B2.

(c)  Menggunakan kata, frasa, klausa, kalimat tunggal, dan kalimat

majemuk setara.

(d)  Penulisan kalimat tidak berbentuk paragraf.

(e)  Menggunakan bahasa daerah (Bali/Melayu Loloan) dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk penulisan kata dalam ilustrasi.

(3)   Grafika


(a)  Maksimal sembilan kata per kalimat.

(b)  Maksimal tujuh kalimat per halaman.

(c)  Halaman isi buku maksimal berjumlah 26 halaman (tidak termasuk biodata dan catatan/glosarium).

(d)  Tidak menggunakan balon dialog/balon pikiran.




➢  Jenjang Pembaca B-3 (perkiraan usia 8—10 tahun)


(1)   Isi Buku

(a)  Berupa fakta, konsep, dan prosedur sederhana sesuai dengan tema yang dipilih.

(b)  Disajikan secara naratif.

(c)  Mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.


(2)   Bahasa


(a)  Menggunakan diksi (pilihan kata) berupa kata umum dan kata khusus yang berhubungan dengan tema, dapat berupa kata dasar dan kata bentukan.

(b)   Memuat 100—200 kata yang sering digunakan.

(c)   Menggunakan  kombinasi  fonem,  suku  kata,  dan  kata  yang mudah dicerna/didekode oleh pembaca jenjang B3.

(d)  Menggunakan  kata,  frasa,  klausa,  kalimat  tunggal,   kalimat

majemuk, dan paragraf sederhana.

(e)   Dapat menggunakan dialog/percakapan.

(f) Menggunakan bahasa daerah (Bali/Melayu Loloan) dan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk penulisan kata dalam ilustrasi.

(3)   Grafika


(a)  Maksimal 12 kata per kalimat.

(b)  Maksimal tiga paragraf per halaman (maksimal 3 kalimat per paragraf).

(c)  Halaman isi buku maksimal berjumlah 30 halaman (tidak termasuk biodata dan catatan/glosarium).

(d)  Tidak menggunakan balon dialog/balon pikiran.




➢  Jenjang Pembaca C (perkiraan usia 10—13 tahun)


(1)   Isi Buku

(a)  Berupa fakta, konsep, dan prosedur sederhana sesuai dengan tema yang dipilih.

(b)  Disajikan secara naratif.

(c)  Mengembangkan olah pikir, olah rasa, dan olah karsa.


(2)   Bahasa


(a)  Menggunakan diksi (pilihan kata) berupa kata umum dan kata khusus yang berhubungan dengan tema, dapat berupa kata dasar dan kata bentukan.

(b) Memuat lebih dari 300 kata yang sering digunakan.


(c)  Menggunakan variasi kalimat tunggal dan kalimat majemuk.


(d) Menggunakan   variasi   penyajian  paragraf   (narasi,   deskripsi,


eksposisi,  argumentasi,  dan  persuasi)  dan  bentuk  paragraf


(deduktif dan induktif).


(e)  Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk penulisan kata dalam ilustrasi.

(3)     Grafika


(a) Maksimal 12 kata per kalimat.

(b) Maksimal empat paragraf per halaman (maksimal lima kalimat per paragraf).

(c) Halaman isi buku maksimal berjumlah 40 halaman

(tidak termasuk biodata dan catatan/glosarium).

                                    (d) Dapat menggunakan balon dialog/balon pikiran.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buah Tibah: Si Manis Kaya Manfaat untuk Kesehatan

  Buah tibah ( Ehretia microphylla Linn ), juga dikenal sebagai buah hantap, buah duwet, dan buah mentega, merupakan buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara. Buah ini memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 2-3 cm, berwarna kuning kecoklatan saat matang, dan memiliki rasa manis dengan sedikit rasa asam. Buah tibah tidak hanya lezat dimakan segar, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah ini kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Berikut adalah beberapa kegunaan buah tibah sebagai obat: 1. Melancarkan Pencernaan Buah tibah mengandung serat yang tinggi, yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Serat dalam buah tibah juga membantu meningkatkan kesehatan usus dan mencegah berbagai penyakit pencernaan lainnya. 2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Buah tibah kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan kuat yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin...

Daun Salam salam sebagai obat

Daun salam ( Laurus nobilis ) merupakan rempah aromatik yang umum digunakan dalam masakan Indonesia. Daun ini memiliki aroma khas yang kuat dan rasa yang sedikit pahit. Daun salam tidak hanya menambah cita rasa pada masakan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sejarah dan Asal Usul Daun salam berasal dari wilayah Mediterania dan telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai budaya. Dalam budaya Yunani dan Romawi kuno, daun salam digunakan sebagai simbol kemenangan dan kemuliaan. Daun salam juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai macam penyakit. Kandungan Gizi Daun salam kaya akan berbagai macam senyawa bermanfaat, termasuk: Minyak esensial:  Termasuk eugenol, cineole, dan linalool, yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Flavonoid:  Senyawa antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin dan mineral:  Daun salam mengandung vitamin A, C, dan B6, serta mineral kalium, m...